Advertorial Ini Tiga Daerah Percontohan Desa Bebas Stunting di Kukar, Rendi Solihin: Stunting...

Ini Tiga Daerah Percontohan Desa Bebas Stunting di Kukar, Rendi Solihin: Stunting Bisa Dicegah

135
SHARE
Rendi Solihin dan jajaran pemerintah Samboja.

Tenggarong, Kastaramedia – Stunting adalah masalah serius yang mengancam kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia.

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan akibat kurang gizi.

Untuk menanggulangi masalah ini, Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) meluncurkan program “D,best” atau Desa Bebas Stunting.

Program ini diresmikan oleh Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, di Kecamatan Samboja pada Rabu (8/11/2023).

Rendi Solihin mengatakan, program ini bertujuan untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di Kukar dengan cara yang efektif dan efisien.

Ia menunjuk tiga daerah yang menjadi percontohan program ini, yaitu Desa Giri Agung, Desa Loa Janan Ulu, dan Kelurahan Kuala Samboja.

“Kami memilih tiga daerah ini karena mereka memiliki potensi dan komitmen untuk menangani stunting. Kami harap mereka bisa menjadi inspirasi bagi daerah lainnya,” kata Rendi Solihin.

Rendi Solihin menambahkan, Kukar telah menunjukkan kemajuan dalam menurunkan angka stunting. Ia mengklaim, angka stunting di Kukar turun dari 27 persen pada tahun 2022 menjadi 15 persen pada tahun 2023.

“Angka ini masih belum resmi, tapi kami yakin hasilnya akan positif. Kami akan terus berusaha untuk mencapai target nasional, yaitu 14 persen pada tahun 2024,” ujar Rendi Solihin.

Salah satu faktor yang mendukung penurunan stunting di Kukar adalah kerja keras para kader Posyandu. Mereka melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang gizi.

Lia Rossa, Ketua Posyandu Kuala Samboja, mengatakan, ia dan kader lainnya rutin melakukan sosialisasi, kontrol, dan penyuluhan gizi kepada ibu-ibu hamil, menyusui, dan balita.

“Kami senang melihat anak-anak di sini tumbuh sehat dan cerdas. Kami berharap pemerintah bisa memberikan dukungan lebih besar kepada Posyandu, seperti ruangan yang lebih besar dan peralatan yang lebih canggih,” kata Lia Rossa.

Selain deklarasi D,best, Rendi Solihin juga menyerahkan bantuan kepada pelaku usaha kreatif dan UMKM di sektor perikanan. Bantuan ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian dan kemandirian masyarakat.

(ADV/Diskominfo Kukar)