Advertorial Cara Unik Sunggono Lawan Stunting di Kukar, Jadi Bapak Asuh Anak

Cara Unik Sunggono Lawan Stunting di Kukar, Jadi Bapak Asuh Anak

196
SHARE
Sekda Kukar, Sunggono.

Tenggarong, Kastaramedia – Stunting adalah masalah kesehatan yang sering dialami oleh anak-anak di Indonesia. Stunting adalah kondisi di mana anak tidak tumbuh sesuai dengan usianya akibat kurang gizi.

Stunting bisa mengganggu kesehatan dan perkembangan anak, baik fisik maupun mental. Oleh karena itu, stunting harus dicegah dan ditangani dengan serius.

Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki cara unik untuk melawan stunting. Pada Kamis (9/11/2023), Pemkab Kukar mengadakan rembuk stunting di Aula Kantor Bappeda Kukar.

Rembuk stunting ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kukar H Sunggono. Ia mengajak seluruh pihak, terutama ASN, untuk ikut berperan dalam penanganan stunting.

Salah satu caranya adalah dengan menjadi bapak atau ibu asuh anak yang mengalami stunting. Sunggono sendiri telah menjadi bapak asuh dari 3 anak yang pertumbuhannya kurang.

“Saya membantu mereka dengan memberikan asupan gizi yang cukup, memberikan perhatian yang lebih, dan mengajak mereka bermain. Alhamdulillah, pertumbuhan mereka semakin baik,” kata Sunggono.

Sunggono mengatakan, stunting tidak hanya dipengaruhi oleh faktor gizi, tetapi juga oleh faktor sosial dan lingkungan. Ia mengatakan, penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif dan kolaboratif.

“Kami telah menganggarkan sekitar Rp170 milliar untuk penanganan stunting pada tahun 2023. Kami optimis angka stunting di Kukar bisa turun dari 16 persen menjadi 10 persen,” ujar Sunggono.

Sunggono juga mengapresiasi kerja sama lintas sektoral yang dilakukan oleh OPD dalam penanganan stunting. Ia mengatakan, OPD telah melakukan upaya konvergensi yang sesuai dengan variabel penyebab stunting.

“Salah satu contohnya adalah Dinas Perumahan dan Permukiman yang memberikan bantuan sanitasi untuk menciptakan lingkungan yang bersih. Ini penting untuk mencegah penyakit yang bisa mempengaruhi gizi anak,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar Martina Yulianti mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk menurunkan angka stunting di Kukar. Ia mengatakan, pihaknya melakukan kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, dan lainnya.

“Kami bersinergi untuk memberikan pelayanan dan edukasi gizi kepada ibu hamil, menyusui, dan balita. Kami juga mengawasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin,” katanya.

(ADV/Diskominfo Kukar)